Belanda Tawarkan Banyak Program Berbahasa Inggris
22 Apr 2008
Semakin banyak program pendidikan berbahasa Inggris ditawarkan oleh negara-negara Eropa yang tidak berbahasa ibu bahasa Inggris. Hal ini terungkap oleh studi yang dilakukan oleh Academic Cooperation Association (ACA) Belgia beberapa waktu lalu. Belanda dilaporkan sebagai negara yang menawarkan program studi berbahasa Inggris terbanyak di Eropa, diikuti oleh Finlandia.
Studi ini dilakukan terhadap kurang lebih 2,200 Perguruan Tinggi di 27 negara Eropa yang tidak menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa negara. Hasil penelitian ini juga mengungkapkan, jumlah Program Studi berbahasa Inggris telah meningkat tiga kali dalam kurun waktu 5 tahun terakhir.
Di sebagian besar negara Eropa, penggunaan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar menunjukkan fenomena peningkatan. Studi ini menyatakan Belanda, Finlandia dan negara-negara Scandinavia memimpin perkembangan penggunaan bahasa Inggris di perguruan tinggi. Sementara, Eropa Selatan adalah kawasan yang paling sedikit menawarkan program berbahasa Inggris.
Dari seluruh program berbahasa Inggris yang ditawarkan, hampir 80% terkonsentrasi untuk program master atau Pasca Sarjana. Engineering tercatat sebagai subjek yang terbanyak ditawarkan, diikuti dengan Bisnis dan Manajemen di tingkat kedua. 65% mahasiswa yang mengikuti program studi berbahasa Inggris adalah mahasiswa Internasional dari negara-negara Eropa dan Asia. Dibandingkan 5 tahun lalu, pemasaran program berbahasa Inggris menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan. Masalah bahasa sepertinya kini sudah bukan menjadi kendala lagi untuk belajar di Eropa.