Alumni StuNed Peroleh Penghargaan Internasional
03 Oct 2007
Saut Sagala (28), alumni StuNed 2004 menjadi salah satu dari 20 pemenang penghargaan dari Kementrian Kerja Sama dan Pembangunan Belgia 2006. Thesis Sagala yang berjudul "Analisa Tingkat Kerawanan Fisik terhadap Banjir di Daerah Permukiman, Studi Kasus: Kota Naga, Filipina" berhasil memenangkan penghargaan yang diberikan pemerintah Belgia terhadap para ilmuwan muda sejak tahun 1998.
"Saya mengucapkan banyak banyak terima kasih atas segala bantuan dari NESO Indonesia melalui program beasiswa StuNed selama saya studi di Belanda dan khususnya buat dukungan dan ijin yg diberikan untuk saya melakukan riset di Naga, Filipina tahun 2005 lalu," ujar Saut Sagala, yang saat ini tengah mengambil studi PhD di Department of Urban Management, Kyoto University, Jepang.
Kesimpulan hasil studi Saut tersebut dapat diaplikasikan terhadap tataruang dan lingkungan di negara tropis lain. Dari temuan Saut, risiko dan kerusakan akibat banjir bisa diperkirakan sehingga mekanisme guna mengatasi masalah tersebut bisa dikembangkan, seperti dikutip dari siaran pers yang dikeluarkan oleh kedutaan besar Belgia di Jakarta.
Saut memperoleh gelar S1-nya di Departemen Teknik Planologi ITB sebelum menyelesaikan studi masternya di institutes of geo-information science and earth observation Geo and Earth Sciences (ITC), Enschede, Belanda, pada tahun 2006.
Saut menerima hadiah sebesar Rp.14.770.000, - yang diterimanya langsung dari Kementrian Pembangunan dan Kerja Belgia pada cara penyerahan hadiah kepada pemenang di Royal Museum for Central Africa, Tervuren, Belgia pertengahan Juni 2007 lalu.
Tujuan dari penghargaan tersebut adalah mendorong generasi muda untuk berperan dalam kerja sama internasional dan tetap menjalankan komitmennya setelah menyelesaikan pendidikan mereka.
Untuk menghubungi saut, silahkan e-mail ke saut.sagala@gmail.com atau lihat http://sautsagala.wordpress.com.
artikel dirangkum dari berbagai sumber